Menyambut Tahun Baru Dengan Tradisi Hatsumoude

Di Jepang terdapat tradisi yang unik dalam rangka menyambut tahun baru. Tradisi itu disebut Hatsumoude. Hatsumoude adalah kunjungan pertama ke kuil Buddha atau Shinto pada awal tahun baru dalam rangka berdoa untuk memohon kedamaian di tahun yang baru. Hatsumoude mulai dilakukan selepas detik-detik pergantian tahun. Menjelang pergantian tahun, orang-orang biasanya sudah mengantri di kuil-kuil untuk membunyikan lonceng kuil dan menghaturkan doa mengawali tahun yang baru.

Tahun 2013 yang lalu, saya dan adik saya berkesempatan untuk berpartisipasi pada tradisi tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2012 kebetulan kami sedang berada di Osaka. Kami menginap di sebuah hostel murah di dekat Tsuitenkaku. Menjelang tengah malam, tamu-tamu hostel yang rata-rata orang asing sudah berkumpul di lobi hostel untuk pergi ke bar-bar sekitar untuk merayakan malam pergantian tahun. Namun tidak demikian bagi saya dan adik saya. Karena Desember di Jepang bertepatan dengan musim dingin, kami menunggu di hostel sampai sekitar pukul 10 malam sebelum meninggalkan hostel dan pergi menuju kuil Shinto. Meskipun kuilnya tidak terlalu jauh, kami harus naik kereta bawah tanah dari hostel kami untuk menuju ke kuil tersebut. Saya lupa nama kuilnya, tapi kuil tersebut di rekomendasikan oleh sebuah majalah lokal jika ingin melakukan hatsumoude.

 

dsc00263
Pintu gerbang Kuil

Kami tiba di kuil sekitar pukul 11 malam, dan ternyata antrian untuk masuk ke kuil sudah mengular sangat panjang hingga ke jalan. Suasana di kuil sudah mirip seperti festival. Banyak stand-stand yang menjual makanan dan berbagai macam barang. Meskipun suhu udara saat itu hampir mencapai nol derajat celcius, tidak menyurutkan niat orang-orang Jepang yang ingin melakukan Hatsumoude. Mungkin kami satu-satunya orang asing yang ikut-ikutan ngantri di depan kuil pada waktu itu.

 

dsc00272dsc00288Dibutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk kami sampai ke depan altar tempat berdoa. Selama menunggu 4 jam tersebut, kami bergantian mengantri. Jika saya masuk ke ruangan kantin yang hangat, adik saya yang mengantri. Demikian pula sebaliknya, ketika dia yang istirahat di kantin, saya yang mengantri. Di kantin, mereka menjual mie kuah hangat. Jualan mie kuah ini ternyata juga ada filosofinya jika dikaitkan dengan tahun baru. Katanya, orang Jepang makan mie di tahun baru supaya umur panjang, seperti mie yang dimakan. Ada-ada saja ya.

 

dsc00293
Hampir sampai

Selain tradisi makan mie, orang Jepang juga suka dengan ramalan. Di saat momen Hatsumode ini, selain berdoa, mereka juga mengambil ramalan (secara acak) yang tersedia di kuil-kuil. Kalau ramalannya baik, kertasnya bisa di bawa pulang. Tapi kalau isi ramalannya buruk, kertasnya diikat di pohon atau di tali yang disediakan supaya nasip buruk tidak ikut bersama kita. Saya dan adik saya dengan semangat ikut mengambil ramalan yang tersedia di kuil tersebut. Belakangan baru saya ketahui dari teman saya orang Jepang, kalau mengambil ramalan itu cukup sekali saja dalam 1 tahun. Padahal saya selalu mengambil ramalan setiap kali berkunjung ke kuil. Hahaha. Yah namanya juga turis.

dsc00297
Ramalan yang buruk diikat di tali-tali yang telah disediakan dan supaya nasib buruk tidak mengikuti kita

 

Setelah membunyikan lonceng dan ikut berdoa di kuil, kami kembali ke hostel kami. Saat itu hampir jam 3 pagi, dan untungnya subway khusus hari itu beroperasi sampai pagi (biasanya hanya sampai jam 10-11 malam).

 

dsc00339
Hatsumoude di Fushimi Inari
dsc00357
Jimat keberuntungan

Hatsumoude biasanya dilakukan sampai dengan 3 hari setelah tahun baru. Keesokan harinya kami pergi ke Kyoto dan mengunjungi beberapa kuil terkenal seperti Fushimi Inari dan Kiyomizu, masih terlihat antrian orang dimana-mana yang ingin berdoa di kuil.

 

 

dsc00397
Batu Cinta/Love Stone di Kuil Kiyomizu, Kyoto
dsc00399
Hatsumoude di Kuil Kiyomizu, Kyoto

Saya pikir tradisi ini baik sekali. Mengawali tahun yang baru dengan berdoa di kuil dalam ketenangan. Jauh dari hingar bingar panggung gembira, terompet dan kembang api pergantian tahun. Mungkin bisa coba dipraktekan di Indonesia di tempat ibadah masing-masing. Bagaimana dengan pembaca? Selamat tahun baru 2017 ya! Semoga di tahun yang baru ini, kita semua selalu dalam kesehatan, keselamatan dan keberkahan. Cheers! (npa).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s