Gothenburg Weekend Getaway

Untuk para travellers, memiliki kesempatan tinggal di Eropa tentunya adalah hal yang menyenangkan. Selama tempat tujuan masuk dalam Schengen Area , begitu banyak tempat di berbagai negara yang bisa kita kunjungi tanpa adanya kewajiban untuk urus visa yang terkadang merepotkan. Selain travelling, kesempatan lain yang tidak boleh dilewatkan mumpung tinggal di Eropa adalah nonton konser!

Beberapa minggu yang lalu, saya datang ke Gothenburg untuk nonton konser Mew, band asal Denmark yang sedang tur di Eropa. Kok bisa tahu ada yang mau konser? Ada banyak website kok yang menyediakan informasi konser, salah satunya adalah Songkick. Serunya, jika kita pasang aplikasi Songkick di ponsel, kita akan dikirimkan diinformasikan jadwal-jadwal konser artis yang ada di playlist media player kita, dan kita bahkan bisa langsung membeli tiket konser disini (wah bakat jadi sales nih gw).

Kalau saya perhatikan, tiket konser relatif cepat habisnya bahkan sejak beberapa bulan sebelum jadwal konser. Sama saja seperti di Indonesia, banyak calo-calo yang berburu tiket sejak presale dan selanjutnya menjual dengan harga yang jauh lebih tinggi.  Jadi memang harus lebih sigap untuk cari-cari jadwal konser bbrp bulan sebelumnya.

Karena kebetulan konsernya di Gothenburg, sekalian lah jalan-jalan singkat disana. Gothenburg, atau dalam bahasa swedia ditulis ‘Göteborg’ – dibaca ‘yotebori’, adalah kota terbesar kedua di Swedia. Ada dua universitas yang cukup besar di Gothenburg, University of Gothenburg dan Chalmers University of Technology. Ada beberapa orang Indonesia juga yang kuliah disini, yang kebetulan juga jadi tour guide selama jalan-jalan disana.

Kali ini saya pergi naik bus antar kota, kebetulan saat itu memang naik bus yang paling murah. Jaraknya kira-kira 260km dari tempat saya tinggal (Lund), dan ditempuh kurang dalam 3 jam. Busnya lumayan bagus, tiap bangku ada colokan listrik, pijakan kaki, meja lipat seperti di pesawat, dan ada satu toilet di dalam bus.

Foto di dalam bus
Suasana dalam bus

Tiba di stasiun Gothenburg, saya langsung ke toilet sambil menunggu dijemput warga lokal (mahasiswa indonesia yang kuliah di Gothenburg). Toiletnya bayar pakai koin 10 swedish kroner atau sekitar 17rb rupiah (mahal ya!). Jadi pintu toilet akan terbuka setelah kita memasukan koinnya. Nah, ada tips berhemat sederhana untuk group traveler kalau ketemu toilet seperti ini. Caranya cukup satu orang bayar, setelah selesai jangan langsung menutup rapat pintunya, tapi biarkan teman kita selanjutnya menggunakan toilet secara bergantian. Kalau mau lebih pelit lagi, mungkin bisa nunggu ada orang yang pakai toilet, terus langsung jegat pintunya pas orangnya keluar. Yang pasti tips ini nggk bisa kalau lagi kebelet 😉

Nils Ericson Terminal - Bagus ya, kayaknya Soetta juga kala sama terminal bus ini.
Nils Ericson Terminal – Bagus ya, kayaknya Soetta juga kalah sama terminal bus ini.

Setelah dijemput di stasiun, kita langsung makan trus lanjut siap-siap ke tempat konser. Waktu sampai di tempat konser, sempat agak nggk yakin juga sama tempatnya. Karena kalau kita bandingkan dengan di Indonesia, biasanya pintu masuk konser penuh dengan poster, umbul-umbul, atau baliho. Nah di tempat konser yang kemarin, sama sekali nggk ada umbul-umbul atau poster apapun yang mendindikasikan adanya konser Mew. Pintu masuknya seperti restaurant atau café yang di pintu masuk ada resepsionis yang menunggu. Saat masuk, kita tanya ke resepsionis apakah disini tempat konsernya, dan ternyata benar.Setelah itu tiket kita dicek oleh resepsionis, dan tangan kita di cap tanda masuk.

IMG_0874
cap yang aneh

Setelah masuk ke dalam, baru terlihat kalau ini seperti tempat konser. Banyak poster-poster artis di dalamnya, tapi lagi-lagi kita tidak menemukan indikasi apapun bahwa hari ini ada konser Mew. Tebakan saya, karnea di Indonesia hampir semua promotor konser artis luar negeri kerjasama dengan sponsor, sehingga atribut-atribut yang berhubungan dengan sponsor banyak dipasang.

Bener-bener nonton depan
Mew in Concert – Bener-bener nonton depan!

Wah nggk nyangka tempat konsernya kecil banget, ukurannya kira-kira sebesar lapangan basket (karena memang tempat itu kalau sepertinya juga lapangan basket indoor). Kita nonton di paling depan tanpa usaha, walaupun kalau dapat tempat di paling belakang juga masih dekat karena tempatnya yang nggk besar. Tapi justru karena tempatnya kecil seperti ini jadi lebih seru, pengalaman berbeda dari konser-konser artis luar negeri di Indonesia yang biasanya megah.

Pulang konser, kita cari makan dulu sebelum pulang. Waktu itu saya tidur ditempat teman yang sedang kuliah di Gothenburg. Sepanjang perjalanan kotanya cukup ramai, bahkan kita diperjalanan sekitar pukul 2 malam, tapi trem yang kita naiki masih ramai penumpang. Pemandangan yang berbeda sekali untuk saya yang tinggal di kota kecil.

Bangun  kita langsung siap-siap melihat-lihat kota Gothenburg. Karena waktunya sedikit, kitapun hanya pergi ke beberapa tempat. Kesan yang di dapat selama disana, kotanya terlihat menyenangkan. Tipikal kota besar y

ang semuanya bisa kita temukan, tapi tidak terlalu metropolitan seperti Jakarta. Kalau saya bilang Gothenburg itu seperti Bandung nya Swedia 🙂 (RA)

Big Breakfast at Kringland Cafe
Having big breakfast at Kringland Cafe
foto trem
Trem jadul
Pemandangan Gothenburg dari Skansen Kronan
Pemandangan Gothenburg dari Skansen Kronan
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s